Tampilkan postingan dengan label Ulasan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ulasan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Mei 2013

Potret Manusia Modern dalam “Solilokui Naninu” – Teater KaliYuga

Nana Gemblong | infoteaterbogor

Sabtu, 04 Mei 2013, pukul 14.00 WIB dan Minggu, 05 Mei 2013 pukul 20.00 WIB, Teater KaliYuga dibawah pimpinan Bram Gerung menggelar sebuah pertunjukan drama satu babak berjudul “Solilokui Naninu”. Drama berdurasi sekitar satu jam setengah tersebut merupakan potret manusia kebanyakan yang hidup di tengah-tengah kita pada saat ini. Melalui tokoh Naninu, sosok robot yang amat sempurna seperti manusia, Bram Gerung melakukan banyak sindiran terhadap kita sebagai manusia. Kita seperti diajak bercermin, melihat lebih dalam tentang hakikat keberadaan kita sebagai manusia.

Brecht ala BelajarTeater

Husni MubaBrok | infoteaterbogor


Koridor Gedung Kesenian Kamuning Gading yang menjadi arena pertunjukan dua monolog kelompok BelajarTeater pada Minggu malam (03/03/13) ditata dengan minimalis saja. Area koridor ditutupi dengan kain hitam hingga membentuk ruangan, tampak sempit tapi cukup representatif. Di ujung koridor, area pertunjukan ditandai dengan lembaran koran yang menempel di dinding hingga lantai. Mengikuti kontruksi yang ada, panggung dibagi menjadi dua bagian, yaitu bagian belakang dan bagian depan yang lebih rendah dengan beberapa undakan tangga yang memisahkan keduanya. Di panggung bagian depan, lantainya dipenuhi dengan sobekan koran yang sengaja dibuat tidak rapi.

Perempuan dan Koruptor dalam monolog "Kasir Kita" karya Arifin C. Noor

MubaBrok | infoteaterbogor


Korupsi adalah salah satu mitos yang senantiasa mengiringi sejarah pemerintahan Indonesia. Saya katakan mitos karena konsistensi kehadirannya yang seolah tidak ada tetapi ada, seolah ada tapi tidak ada. Kisah-kisah tentang korupsi bisa dengan mudah kita temukan atau dengar dan dengan mudah pula kisah itu hilang, entah dalam cerita mulut ke mulut, kabar-kabar di media informasi, hingga catatan-catatan fiksi dan non fiksi. Sebuah pembuka yang penuh basa-basi, ya? Tapi tak apalah, supaya terlihat sedikit lucu. “Terlihat”, lho.

Rabu, 10 April 2013

“Dongeng Emak”: Eksplorasi Teater Gading



Beberapa foto, catatan pertunjukan, serta penghargaan menjadi ucapan selamat datang bagi siapapun yang hendak menyaksikan pertunjukan Teater Gading SMAN 1 Leuwiliang di Gedung Kesenian Kamuning Gading, Sabtu 06 April 2013 kemarin. Sebuah pameran yang cukup mengejutkan bahwa ternyata, kelompok teater dari barat Bogor ini memiliki jam terbang yang cukup banyak dengan prestasi yang banyak pula. Perlu diketahui bahwa “Dongen Emak” merupakan produksi Teater Gading yang ke- 12 dan sempat dipentaskan sebelumnya di IPB.
Pertunjukan yang tadinya dijadwalkan empat kali itu, rupanya dipangkas menjadi tiga kali (pukul 13.00 wib, 16.00 wib, dan 19.00 wib). Penonton, yang didominasi pelajar SMU dan mahasiswa, secara bergantian menyaksikan lakon “Dongeng Emak” (fragmen dari lakon “Kapai-Kapai” karya Arifin C. Noer) yang dibawakan Teater Gading. Karena beberapa alasan, saya memilih jadwal terakhir. Toh, saya pikir sajiannya tidak akan jauh berbeda, meskipun belakangan saya baru tahu, bahwa masing-masing pertunjukan dimainkan oleh aktor yang berbeda.

Kamis, 28 Maret 2013

Semangat Berkarya Dalam Parade Teater Kampus Bogor 2012


Dalam kurun waktu satu dasawarsa terakhir, kelompok-kelompok teater di kampus tanpa henti menjalani proses kreatifnya, menghasilkan pementasan dan berbagai kegiatan kesenian yang bertujuan memberikan edukasi. Meskipun dalam perjalanan kreatifnya sering kali mereka mengalami berbagai macam rintangan, akan tetapi semangat beraktifitas dalam kreatifitas tetap mereka jaga sebagaimana mestinya.

Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Bogor (DK3B), memahami kondisi tersebut sebagai sesuatu yang positif; satu perjuangan yang dahsyat dalam menyampaikan kebaikan pada masyarakat. Oleh karena itu, DK3B berinisiatif merancang sekaligus melaksanakan sebuah program bernama “Parade Teater Kampus Bogor 2012”. Program ini merupakan respon DK3B atas perkembangan teater di lingkungan kampus. Selain itu DK3B bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bogor, dalam hal ini mencoba berperan sebagai fasilitator sekaligus memberikan pembinaan kepada para kelompok teater kampus agar tetap menjadi bagian yang penting dalam membentuk masyarakat Bogor yang cerdas dan berbudaya.

Ketika Teater Bicara Soal Televisi



Buruknya perkembangan budaya televisi dan industri hiburan, rupanya tidak luput dari perhatian para seniman kampus. Seperti yang terlihat pada pementasan drama “Warung Kopi Panas” yang dimainkan Teater Karoeng FISIB Unpak dalam kegiatan Tawuran Topeng VII, 13-14 Desember 2012 kemarin. Dengan gaya permainan realis, sesuai dengan naskahnya, pertunjukan itu mendapat apresiasi yang baik dari para penonton, meskipun ada beberapa kesalahan yang sempat terjadi tanpa disadari. Drama berdurasi sekitar 30 menit itu bercerita tentang sebuah situasi di warung kopi milik Ibu Lela yang tiba-tiba menjadi panas setelah Dedi, seorang sutradara pertunjukan drama, tidak bisa menerima kritikan yang dilontarkan padanya.